Oleh Fatimah Vitri Imania
Di antara sekian banyak penyelenggara event, sering kita temukan juga acara yang diadakan oleh satu brand tertentu. Jenisnya beragam. Mulai dari konser hingga seminar. Dari berbayar, hingga event gratisan. Tentu, perusahaan tidak akan mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menyelenggarakan acara tanpa tujuan yang menguntungkan.
Rupanya, event dapat menjadi salah satu alat marketing dengan cara meningkatkan brand awareness. Strategi ini dikenal dengan sebutan event marketing. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai teknik pemasaran yang satu ini, ada baiknya kita membahas pengertiannya terlebih dahulu.
Apa Itu Event Marketing dan kaitannya dengan Brand Awareness?
Sesuai namanya, event marketing adalah sebuah teknik pemasaran yang memanfaatkan event sebagai media promosi. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan secara berkala. Kadang pula dilaksanakan ketika brand yang bersangkutan hendak mengeluarkan produk baru. Strategi ini banyak digunakan oleh brand-brand besar. Misalnya Pocari Sweat dengan program Bintang SMA dan Cleo dengan Duta Muda Cleo.
Tujuan utama yang ingin dicapai melalui event marketing adalah brand awareness. Menurut Kotler dan Keller (2011), brand awareness atau kesadaran merek adalah kemampuan brand untuk terlintas di pikiran konsumen saat memikirkan produk tertentu. Misalnya, jika setiap mencari pasta gigi konsumen langsung memikirkan Pepsodent, artinya brand tersebut memiliki kualitas kesadaran merek yang baik.
Cara Kerja Event Marketing
Event marketing berupaya untuk semakin mendekatkan konsumen dengan produk yang dijual. Karena itu, target pasar harus sangat diperhatikan saat menyusun konsep event. Jika target pasar brand kamu adalah anak muda, buatlah jenis event yang menjadi favorit kawula muda.
Menyelenggarakan event dalam rangka pemasaran tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan acara lain. Tetapi, ada beberapa tahapan yang spesifik untuk meningkatkan keberhasilan event. Tahapan itu adalah pre-event, launching, day-to-day marketing, dan last call.
Pre-Event
Di tahap pertama ini, tanggal penyelenggaraan event mulai diumumkan, namun belum banyak detail yang dirilis. Agar menjangkau lebih banyak audiens, pemanfaatan berbagai media promosi sudah dapat dilakukan sejak tahap ini.
Launching
Setelah pre-event, acara diluncurkan secara resmi melalui press release atau saluran pengumuman lain. Pada tahapan ini, serba-serbi event sudah diumumkan secara lengkap. Mulai dari konsep hingga bintang tamu. Promosi untuk menjangkau pengunjung pun dilakukan.
Day-to-Day Marketing
Meski bertujuan untuk menjual produk, event marketing juga butuh dipasarkan. Kegiatan marketing harus dilakukan secara terus menerus agar tidak tenggelam di antara informasi event lain. Platform yang bisa digunakan beragam. Seperti media sosial, media cetak, dan billboard.
Last Call
Masih berkaitan dengan promosi event, tahapan ini meningkatkan intensitas promosi yang sebelumnya sudah dilakukan. Pengembangan itu dapat dengan menambah media, memanfaatkan influencer, dan lain sebagainya.
Setelah empat tahapan tersebut usai, event pun dapat dijalankan. Indikator keberhasilan event marketing tidak hanya dapat diukur melalui jumlah pengunjung. Tetapi juga lewat peningkatan transaksi produk. Tentu, keberhasilan ini akan dapat dicapai dengan kerjasama tim penyelenggara yang kuat.
Bicara mengenai tim yang kuat, Idegajah bisa jadi eksekutor untuk event kamu! Konsultasikan kebutuhan kamu secara gratis di sini.